Lailatul Qadar Menurut Ilmu Atronomi
Link will be apear in 15 seconds.
Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.
Pada salah satu malam dari 10 malam terakhir di penghujung Ramadan,
umat Islam menanti datangnya malam penuh kesejahteraan sampai terbit
fajar. Malam tersebut disebut Malam Lailatul Qadar.
Malam tersebut adalah malam di mana turunnya Alquran. Keutamaaan
malam ini dinyatakan dalam ayat 3-4 Surat Al Qadr. “Malam kemuliaan itu
lebih baik dari seribu bulan. Pada malam (malam kemuliaan) itu turun
malaikat-malaikan Jibril, dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala
urusan (untuk menyampaikan segala hikmah dan hakekat kepada Muhammad),”
bunyi Surat tersebut.
Ciri-ciri datangnya malam kemuliaan dijelaskan dalam hadits H.R Bukhari dan HR. Muslim. “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (H.R Bukhari).
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa” (H.R. Muslim).
Dari sisi sains, Dr. Abdul Basit Muhammad, seorang ilmuwan Quran dari Mesir mengungkapkan bahwa Badan Antariksa Amerika (NASA) sudah bisa memberikan penjelasan ilmiah mengenai hal tersebut sejak 10 tahun lalu. Ilmuwan NASA, Karnar, menjelaskan pada koran “Delegation” Mesir bahwa NASA telah menemukan 10 ribu bintang dan 20 ribu meteor yang biasanya menabrak Bumi setiap hari berhenti saling menabrak pada malam itu.
Karna yang awalnya adalah ilmuwan non-Islam akhirnya menjadi mualaf dan menjelaskan hal tersebut. Sayangnya, ia kehilangan pekerjaannya di NASA sehingga penjelasan tersebut diberikannya tanpa data.
Kabar ini sempat membuat ramai dunia mengingat malam Lailatul Qadr sangat ditunggu-tunggu dan hanya bisa dirasakan oleh orang yang menerimanya. Demikian informasi mengenai lailatul qodar dari berbagai sumber.
